Oleh : Sopana *) 

Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia/ Indonesian Crude Oil Price (ICP)

Sebelumnya telah dibahas Harga Minyak Mentah Indonesia/ Indonesian Crude Oil Price (ICP) (Bagian 1).

Menurut Kementerian Keuangan (2009), harga resmi minyak mentah Indonesia/ Indonesian Crude Oil Price (ICP) sejak periode 1968 sampai dengan 1989 ditetapkan dengan mengacu patokan harga minyak mentah OPEC dan penerapan Tax Reference Price (TRP) untuk perhitungan pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan ASP Agreed Selling Price (ASP) untuk harga ekspor. Sejak April 1989 diberlakukan formula ICP. ICP ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini oleh menteri yang membawahi bidang perminyakan. Formula ICP adalah patokan harga minyak mentah Indonesia yang digunakan sebagai dasar monetisasi minyak mentah Indonesia, yaitu harga rata-rata minyak mentah Indonesia di pasar internasional yang dipakai sebagai indikator perhitungan bagi hasil minyak.

Penentuan formula harga minyak mentah Indonesia mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 23 Tahun 2012.  Menurut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 23 Tahun 2012 pada Pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa harga minyak mentah terdiri atas harga minyak mentah utama dan harga minyak mentah lainnya. Ayat 3 menyatakan bahwa harga minyak mentah sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) untuk harga minyak utama, ditetapkan oleh Menteri pada setiap awal bulan berdasarkan rata-rata harga publikasi internasional harian dari bulan sebelumnya dengan menggunakan formula harga minyak mentah Indonesia. Ayat 4 menyatakan bahwa untuk harga minyak mentah lainnya ditetapkan oleh menteri pada setiap awal bulan berdasarkan indeksasi terhadap harga minyak mentah utama dan/atau produk turunannya yang berkesesuaian dengan menggunakan formula harga minyak mentah Indonesia.

Formula ICP diterapkan untuk menghitung 8 jenis minyak mentah/kondensat utama Indonesia. Sedangkan untuk jenis minyak mentah lainnya, penetapan ICP dikaitkan dengan 8 jenis minyak mentah tersebut berdasarkan persamaan spesifikasi/kualitas dan berdasarkan pendekatan relative value.

Menurut Kementerian Keuangan (2009), formula ICP harus memenuhi 4 prinsip utama, yaitu:

  1. Fairness & transparency (jelas, obyektif dan tranparan);
  2. International Competitiveness (dapat bersaing dengan harga minyak mentah dari kawasan atau negara lain);
  3. Stability (formula relatif stabil dan ICP yang dihasilkan dari formula tidak berfluktuatif);
  4. Continuity (diberlakukan dalam periode yang cukup panjang).

Dalam rangka memenuhi 4 prinsip di atas, formula ICP mengacu pada publikasi yang diterbitkan oleh  lembaga independen internasional (APPI, RIM, dan Platts).

Menurut Kementerian Keuangan (2009), ICP sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar minyak internasional. Kondisi pasar minyak internasional yang mempengaruhi ICP dimaksud yaitu:

  1. Faktor fundamental:

Faktor yang dipengaruhi mekanisme penawaran (produksi, stok, kondisi kilang, fasilitas pipa dan kebijakan produksi) dan permintaan (tingkat pertumbuhan ekonomi, kebutuhan, musim, dan ketersediaan teknologi sumber tenaga alternatif);

2. Faktor non fundamental:

Faktor lain di luar mekanisme penawaran dan permintaan, seperti: kekhawatiran pasar akibat gangguan politik, keamanan, dan aksi spekulasi di pasar minyak.

Formulasi Harga Minyak Mentah Indonesia/ Indonesian Crude Oil Price (ICP) Dari Waktu Ke Waktu

Formula ICP diberlakukan sejak April 1989, yang dalam perkembangannya terus dievaluasi untuk dilakukan penyesuaian. Sampai dengan saat ini telah dilakukan 8 kali penyesuaian. Daftar perubahan formula ICP sejak April 1989 hingga sekarang disajikan dalam Tabel di bawah.

1Formulasi ICP dari waktu ke waktu

Lebih lanjut, menurut Kementerian Keuangan (2009), penyesuaian formulasi harga dilakukan untuk merefleksikan perkembangan pasar, mengoptimalkan penerimaan negara, serta kelancaran operasional. Penyesuaian ICP minyak mentah/kondensat, dapat dilakukan jika terjadi perubahan spesifikasi dari minyak mentah, adanya pencampuran dengan minyak mentah/kondensat lainnya, yang mengakibatkan perubahan spesifikasi atau perubahan nilai serap pasar (premium/discount). Penyesuaian formula harga dilakukan untuk:

  1. Merefleksikan perkembangan harga pasar
  2. Mengoptimalkan penerimaan negara
  3. Kelancaran operasional.

Dalam menjaga akurasi dari ICP agar dapat mencerminkan harga sebenarnya, setiap 6 bulan tim harga melakukan evaluasi kinerja dari hasil publikasi-publikasi yang dijadikan acuan pada formulasi ICP dengan publikasi-publikasi lainya serta membandingkan dengan perbadingan harga minyak tertentu dari beberapa publikasi yang ada.

*)Penulis :

Sopana, S.Si, M.Si (Han)

Penulis merupakan lulusan:

S2 : Jurusan Ketahanan Energi, Fakultas Manajemen Pertahanan, Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN)

S1 : Jurusan Matematika (Konsentrasi Statistika), FMIPA, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Jateng

Penulis dapat dihubungi di : opansopana[at]gmail.com