Oleh : Sopana

Dasar pemikiran ketahanan energi / energy security sudah dicantumkan di dalam Undang-Undang No.30 Tahun 2007 tentang energi. Di dalam UU No. 30 Tahun 2007, pada pasal 2 menyatakan bahwa “energi dikelola berdasarkan asas kemanfaatan, rasionalitas, efisiensi, berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional”.

Kemudian dalam UU No. 30 Tahun 2007, pada pasal 3 ayat 2 menyatakan bahwa “dalam rangka mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan nasional, tujuan pengelolaan energi antara lain untuk kemandirian, penyediaan, pengelolaan, pemanfaatan energi, efisiensi, akses masyarakat, industri energi dan lingkungan hidup”. Dari kedua pasal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ketahanan energi bukan hanya meliputi upaya pemenuhan kebutuhan energi saja tetapi juga merupakan kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan memanfaatkan energi serta mempertimbangkan aspek pengelolaan energi termasuk aspek lingkungan hidup. Berikut ini definisi ketahanan energi yang diambil dari berbagai sumber.

Menurut Dewan Energi Nasional/DEN (sebagaimana dikutip dalam Agustiawan, 2014), “ketahanan energi adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup” .

Ada 4 aspek yang menunjukkan kondisi ketahanan energi:

  1. Ketersediaan, yaitu kemampuan untuk memberikan jaminan pasokan energi (security of energy supply)
  2. Aksesibilitas, yaitu kemampuan untuk mendapatkan akses terhadap energi (infrastructure availability)
  3. Daya beli, kemampuan untuk menjangkau harga (keekonomian) energi
  4. Lingkungan Hidup

Menurut World Energy Council (WEC) & Asia Pacific Energy Research Centre (APERC), indikator ketahanan energi yaitu Availability (ketersediaan), Affordability (keterjangkauan), Accessability (kemudahan), Acceptability masyarakat & lingkungan), dan Sustainability (keberlanjutan).

Brown, et all. (2003) menyatakan :

Energy security refers to a resilient energy system. This resilient system would be capable of withstanding threats through a combination of active, direct security measures–such as surveillance and guards–and passive or more indirect measures-such as redundancy, duplication of critical equipment, diversity in fuel, other sources of energy, and reliance on less vulnerable infrastructure.

Energy Security can be described as ”the uninterrupted physical availability at a price which is affordable, while respecting environment concerns” (US EIA).

Menurut Dewi (2012), lima hal yang secara umum menjadi indikator eksistensi ketahanan energi :

  1. Availability: Ketersediaan energi dalam jumlah yang memadai untuk keberlangsungan kegiatan perekonomian, baik didapatkan dari sumberdaya lokal, maupun mengimpor dari negara lain
  2. Accessability: Aspek keterjangkauan energi bagi masyarakat yang membutuhkan dari sisi spasial
  3. Affordability: Aspek keterjangkauan energi bagi konsumen dari sisi tingkat keekonomian dan daya beli masyarakat
  4. Acceptability: Penerimaan seluruh elemen bangsa terhadap pengusahaan dan pemanfaatan jenis sumberdaya energi tertentu, terutama terkait dengan aspek sosial dan
  5. Sustainability: Ketersediaan energi secara terus menerus.

Lebih lanjut, Dewi (2012) menyimpulkan bahwa kriteria ketahanan energi yaitu kemampuan merespon dengan baik apabila terjadi disruption.

Menurut Phillip E. Cornell (2003) dalam Energy Security As National Security: Defining Problems Ahead Of Solutions, keterkaitan national security dan energy security dalam tiga aspek, yaitu:

  1. Militer (Reduksi konsumsi terutama dalam forward operations where fuel deliveries  represent inflated costs and risks to personnel).
  2. Domestik (Kecukupan & kehandalan infrastruktur, diversifikasi energi, pembatasan kepemilikan asing, dan insentif tepat sasaran).
  3. Ekonomi (Harga, investasi produksi hidrokarbon, & sumber energi alternatif).